Tuesday, April 15, 2008

stop anti kelaparan dan gizi buruk

Seiring berjalannya waktu, berita tentang banyaknya warga masyarakat yang kehilangan nyawa akibat kelaparan dan gizi buruk semakin merajalela. Sebagai warga masyarakat, kita ikut prihatin atas kejadian yang menimpa bangsa ini. Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang subur bisa mengalami kejadian seperti ini.
Sebagai warga masyarakat, apa yang dapat kita lakukan??
Sebagai pelajar, apa yang harus kita lakukan sebagai wujud kepedulian kita??
Mereka yang mengalami nasib seprti itu kebanyakan dari masyarakat menengah kebawah, yang hidupnya serba pas-pasan.
Apakah suatu hari bangsa kita bisa menjadi bangsa yang makmur?? yang peduli terhadap kepentingan rakyatnya, terutama rakyat kecil yang memang butuh perhatian lebih dari pemerintah.
Ataukah selamanya bangsa kita akan tetap terpuruk seperti ini????

anti kelaparan dan gizi buruk

Banyak pertanyaan yang bisa dikemukakan, mengapa sikap empati kita terhadap sesama seolah-olah sudah terkikis dari dinding hati dan nurani kita. Seiring dengan merebaknya pola dan gaya hidup materialistis, konsumtif, dan hedonistis, yang melanda masyarakat kita belakangan ini, diakui atau tidak, telah membikin perspektif kita terhadap nilai-nilai kemanusiaan menyempit. Kesibukan berurusan dengan gebyar duniawi, disadari atau tidak, telah membuat kita abai terhadap persoalan esensial yang menyangkut interaksi dan komunikasi sosial terhadap sesama. Jangankan mengurus nasib orang lain, mengurus diri sendiri saja masih payah? Mengapa kita mesti repot-repot merogoh uang recehan untuk gelandangan dan pengemis kalau mencari duwit haram saja sulit? Mengapa kita susah-payah membantu korban kecelakaan lalu lintas kalau pada akhirnya kita mesti repot-repot memberikan kesaksian di depan aparat yang berwenang? Kenapa kita mesti membebani diri mengurus anak-anak telantar dan yatim piatu kalau setiap pagi kita masih kerepotan memberikan uang saku untuk sekolah anak-anak kita?

Di mata dunia, sebenarnya bangsa kita sudah lama dikenal sebagai bangsa yang memiliki peradaban tinggi dengan entitas kesetiakawanan sosial yang kental, tidak tega melihat sesamanya menderita. Kalau toh menderita, “harus” dirasakan bersama dengan tingkat kesadaran nurani yang tulus, bukan sesuatu yang dipaksakan dan direkayasa. Merasa senasib sepenanggungan dalam naungan “payung” kebesaran” religi, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. ltulah yang membuat bangsa lain menaruh hormat dan respek. Semangat “Tat twan Asi” (Aku adalah Engkau) –meminjam terminologi dalam ajaran Hindu–, telah mampu menahbiskan rasa setia kawan menjelma dan bernaung turba dalam dada bangsa kita, sehingga mampu hidup damai di tengah-tengah masyarakat multikultur.

STOP ANTI KELAPARAN DAN GIZI BURUK

Akhir-akhir ini sering sekali kita melihat dan mendengar berita tentang hilangnya nyawa seseorang akibat kelaparan dan gizi buruk. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah ini.
Apa kita tidak merasakan penderitaan yang mereka alami??
Banyak keluarga dan anak-anak yang menderita akibat gizi buruk.
Kondisi fisik mereka sangat memprihatinkan.
Sebagian besar mereka yang menderita gizi buruk berasal dari keluarga menengah kebawah, yang perekonomiannya serba pas-pasan.
Negara kita bukan negara niskin, Tapi mengapa hal ini bisa terjadi??
Dimana letak kesalahan bangsa ini??

Friday, April 13, 2007


Friday, March 30, 2007

BiLa aKu jAtuH cIntA

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !